KALSEL ibu Kota RI, KALTIM Di Tolak.

KALIMANTAN, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Sabtu 22 juni 2019, Presiden jokowi, lewat badan perencanaan nasional atau bappenas telah mengirim sinyal kuat ibu kota bakal pindah ke kalimantan. Namun sepertinya bukan kalsel, melainkan kaltim atau kalteng, sebab, hanya dua daerah tadi yang dikunjungi oleh jokowi, awal mei lalu. Di luar permasalahan banjir, sejumlah pengamat menilai kaltim lebih layak menjadi calon ibu kota ketimbang kalteng. Kalteng memiliki sejumlah keterbatasan, seperti jauh dari pelabuhan, ketersediaan air tanah, dikelilingi daerah gambut, dan kondisi demografi yang homogen. (23/06/2019)

Sekalipun dinilai lebih baik, rencana mengangkut “MONAS” ke kaltim mendapat penolakan keras sejumlah aktivitas lingkungan hidup. Jatam dan walhi kaltim kompak meminta presiden jokowi menolak usulan gubernur kaltim Isran Noor untuk menjadi bukit soeharto sebagai alternatif utama pembangunan ibu kota. Direktur Ekskutif Walhi Kaltim,” Yohana Tiko, Selain sudah terjadi degrasi lingkungan hidup yang masif, hutan di kabupaten kutai kartanegara itu selama ini dikenal berstatus taman hutan raya. “Ini sebuah perencanaan yang negatif, sama sekali tidak memperhatikan daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, pemerintah tak memperhatikan kondisi faktual tahura yang sudah terlanjur rusak karena aktivitas perkebunan dan pertambangan,” Yohana Tiko,” Tegasnya.

Berdasar SK menteri kehutanan SK, 577/menhut-ll/2009, bukit soeharto memiliki luas 67.766 hektare, kajian bappenas, pembangunan ibu kota baru memerlukan 3.000-4.000 hektare lahan, merujuk data citra satelit, ada praktif 44 izin tambang yang sudah dilakukan di areal konservasi itu.  Diam-diam, pemprov kalsel rupanya masih berkeinginan menjadi banua sebagai ibu kota pengganti jakarta, meski begitu, mereka masih malu-malu menyebut secara spesial disiapkan.  Khawatir akan bermunculan para spekulan dan mafia tanah, bappeda kalsel menutup rapat lahan seluas 300 ribu hektare yang disiapkan.  “Ada-lah, yang jelas lokasi itu memenuhi tujuh kriteria layak jadi lokasi pembangunan pemerintahan ibu kota,” Ungkapnya.

baca juga :  Kegiatan Kampung Sehat 2" Personel Polri Di NTB Sisir Jalan By Pas BIL

Kemarin Tujuh poin tersebut, antara lain, daerah meski mempunyai lahan datar dan keras seluas 300 ribu hektare yang menghadap ke laut. Kemudian, kalsel juga bisa disebut daerah yang merepresentasikan ibu kota negara maritim kelas dunia, dan memiliki laut dalam yang bisa menjadi lokasi pelabuhan samudera. “Ketiga lahan dikuasai negara dan sehingga mudah dalam biaya pembebasan,” ungkap Fajar.  Memiliki infrastuktur yang cukup memadai misalnya bandara, pelabuhan laut di daerah batulicin, keunggulan keempat kalsel memiliki jalan nasional yang lembar dan mulus serta sudah terjangkau jaringan internet,” Pungkasnya.

Tersedian sumber air baku dan energi berupa sungai-sungai besar dan mineral batu bara serta minyak dan gas bumi,” ujar Fajar.  Keenam, kalsel dipastikan bebas dari bencana akibat lempeng tertonik, gunung berapi, kabut asap, banjir, tsunami. “Masyarakat kalsel terbuka dan ramah, itu terbukti seluruh agama yang ada, dan hampir seluruh suku bangsa indonesia ada di kalsel,” Tuturnya.

Sementara saat disinggung soal keberadaan lahan gambut di kalsel, Fajar yakin hal itu tak perlu jadi soal. “Bukan berarti kalsel tak memiliki dataran yang keras,” sebut Fajar.  Menurutnya pernyataan tersebut akan tak sinkron dengan penetaran 36 titik tanam bumi atau geopark yang tersebar di 10 kabupaten/kota kalimantan selatan.  “Soal lahan gambut, saya sedikit ceritakan mengapa kalsel pula memiliki daerah geopark nasional di kalimantan,” sebut Fajar.  Dia menjelaskan, kalsel terbagi menjadi dua cekungan, yakni cekungan timur dan cekungan barat, akibat tabrakan lempeng asia dan australia cekungan itu terpisah oleh pegunungan meratus. “Nah cekungan barat cenderung menjadi lahan gambut karena daerah itu memiliki daerah daratan bebatuan mineral yang tinggi dan keras, di sana juga menyimpan banyak cadangan air,” Tutupnya.

baca juga :  Dewi Aryani Serahkan Bansos Kepada Ratusan Tukang Becak Di Tegal.

Sumber,” Afdie Ar (Elg)