Polisi Gadungan di Bekuk.

TANJUNG, GLOBALMARTAMEDIA.COM

Lima Polisi gadungan yang mengaku anggota Reserse dan Unit Narkoba tertangkap tangan pada saat melakukan pemerasan. Salah satunya adalah oknum wartawan SP,” Lasron Tanba (43) tahun, warga Murung Pudak Kabupaten Tabalong, dalam sebuah penangkapan, Senin siang pukul 12:15 Wita. Sedangkan ke empat rekannya lainnya adalah Bayu Aditya (39) tahun, M. Arsyad (37) tahun, Nur Hidayat (31) tahun dan Budi Santoso (29) tahun, Semuanya adalah warga Batu Kajang dan Longikis Kalimantan Timur.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, pada Sabtu 11/5 kelima pelaku awalnya mendatangi rumah,” Gatot Wahyu Nurcahyu, warga Komplek Griya Persada Asri Mabu’un Murung Pudak. Disana mereka diterima oleh isteri Gatot dan menjelaskan kalau suaminya tidak berada di rumah. Bapak sedang di Banjarmasin, terang isteri Gatot. Mereka mengaku sebagai anggota Polres Tabalong yang akan menangkap suaminya karena menurut mereka Gatot Wahyu adalah bandar narkoba,” Tuturnya.

Dalam sandiwara itu salah seorang pelaku mengaku sebagai,” AKP Wahyu dan mengancam kalau mau suaminya tidak ditangkap supaya menyiapkan uang sebesar Rp 50 juta dan apabila tidak bisa menyediakan uang mereka akan menembak kaki suaminya,” Gatot. Isteri Gatot pun menelpon suaminya dan dalam pembicaraan tersebut Gatot menawarkan uang Rp 5 juta sisanya akan ditransfer via rekening tetapi kelima pelaku menolak dan meminta uang kontan Rp 50 juta pada saat Gatot pulang dari Banjarmasin pada hari Senin (13/5/2019).

Sepulang dari Banjarmasin, Minggu 12/5 Gatot langsung menghubungi salah seorang tetangganya yang kebetulan adalah anggota polisi yang bertugas di Polres Tabalong.  Kemudian pada hari Senin 13/5 sekitar pukul 12:15 Wita, kelima pelaku kembali mendatangi rumah Gatot yang saat itu sudah ditemani oleh seorang anggota polisi yang menyamar sebagai warga sipil. Mereka pun meminta uang Rp 50 juta, sesuai kesepakatan kepada Gatot.  Sebelumnya anggota Polres Tabalong yang menyamar menanyakan tempat tugas kelima pelaku tetapi malah dibentak oleh salah seorang yang mengaku sebagai AKP Wahyu,” Ungkapnya.

baca juga :  Kementerian ESDM & Pertamina Apa Belum Kapok Program Biodiesel Berbasis CPO.

Saya AKP Wahyu dari Polres Tabalong, kamu orang umum jangan ikut campur,” ujarnya. Setelah memastikan kelimanya adalah polisi gadungan tidak berapa lama puluhan anggota Polres Tabalong langsung mengepung rumah korban dan mengamankan kelima pelaku. Hingga berita ini diturunkan kelima pelaku masih dalam pemeriksaan di Polres Tabalong. Sementara terkait adanya oknum anggota wartawan Tabloid Sinar Pagi,” Lasron Tamba yang juga terlibat, membuat Ketua PWI Tabalong,” Sabirin HA Syukran Nafis angkat bicara,” Tegasnya.

Dikatakannya meski salah seorang pelaku adalah wartawan, tapi hal itu murni kriminal dan pihaknya menyerahkan langsung kepada pihak berwajib yakni kepolisian. Kasus ini kita serahkan kepada pihak kepolisian. Kami dari PWI tidak akan ikut campur tangan, yang bersangkutan juga bukan anggota PWI,” katanya.  Sebelumnya Kasat Narkoba Polres Tabalong,” Iptu Zaenuri, dibeberapa kesempatan mengakui adanya laporan dari ulah para penipu yang mengatasnamakan polisi untuk minta transfer uang supaya tersangka narkoba bebas.  “Masyarakat kami imbau jangan mudah tertipu dengan orang yang mengaku dari polisi dan meminta uang, itu jelas penipu,” tegasnya. (Rdt/M7)