Anak Tukang Sapu di Tuduh Mencuri 3 Milyar.

KARAWANG, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @Membuka Jendela Dunia.

Seorang Ayah,” Karni (38) tahun, didampingi suami terlihat tidak mampu menahan air mata melihat anaknya,” Hambali (20) tahun yang dikurung di sel tahanan Pengadilan Negeri Karawang, Karena diduga bersama Rekannya mencuri Aset gedung Pemda II senilai Rp 3 miliar. Karni,” warga Dusun Lubang Sari, Karawang, terlihat menuntun anak bungsunya,” Hambali, Sambil berurai air mata,” Karni, menggenggam kedua tangan anaknya Hambali dari balik jeruji besi. Hambali pun yang berdiri dibalik jeruji besi bersama kedua temannya yang juga merupakan tersangka kasus yang sama, juga nampak tak mampu menahan air matanya. Mereka pun menangis bersamaan. (07/05/2019)

Ibu Karni yang keseharinya bekerja sebagai penjual Baklor di SDN Lubang Sari ini,  Mengungkapkan kesedihaannya yang mendalam melihat nasib anak sulungnya tersebut. Seperti disambar petir di siang hari, Tiba tiba anak saya ditangkap polisi dan dituduh mencuri sebanyak itu, tuturnya dengan raut wajah tak mampu menahan kesedihan.  Menurutnya jangankan mencuri sebanyak itu, untuk jajan sehari-hari saja Hambali masih kerap meminta uang kepadanya. Pulsa saja masih minta sama saya, HP saja saya yang belikan dengan cara kredit, jika benar mereka telah mencuri sebanyak itu pasti saya sudah kaya,” Ungkapnya.

  • Berbesar hati saat Jiwa di terpa cobaan.

Sambil menangis ibu Karni menuturkan, jika Hambali anaknya adalah anak yang baik, Shalat lima waktu pun tidak pernah ditinggalkan dan sehari-harinya, Hambali mengajari mengaji anak-anak di Mushalla di lingkungan rumahnya. Hambali anak saya, anak yang baik, tiba-tiba saja ia ditangkap tentu ini menyakiti hati saya, bapaknya pun sedih dan pusing, kami sekeluarga betul-betul bingung,” Jelas ibu Karni.  Ia pun berharap, anaknya dibebaskan dari segala tuntutan yang memang tidak mereka perbuat. Ibu Karni yakin anaknya tidak mencuri sejumlah apa yang dituntutkan kepada anaknya. Mana ini mau lebaran, kasihan anak saya, saya berharap kasus yang menimpa anak saya segera selesai dan anak saya kembali bebas. karena anak saya tidak mencuri sebanyak itu,” pungkasnya sambil sesegukan menahan tangis.  Sementara sang ayah Marhasim (52) yang sehari-hari bekerja sebagai tukang penyapu jalan tidak banyak bicara, ia hanya terdiam dengan raut muka penuh kesedihan dan mata yang nampak berkaca-kaca. (Fzb/TVB)

baca juga :  Viral Tambang Emas Ilegal Di Sintang APH Tutup Mata.