Warga Tolak Mayit Di Mandikan” Dikafani dan Dimakamkan.

TULUNGAGUNG, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Jatim/ Seorang bapak menjadi korban pengeroyokan warga hingga tewas setelah dua anaknya ditangkap polisi gara-gara curanmor, Warga pun tak menerima pemakaman jenazah,” Suyatno alias Yatno (55) tahun, bahkan mereka menganggap yang meninggal adalah sapi. (26/09/2020)

Warga Desa Nyawangan, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, menolak jenazah Yatno dimakankan di wilayah tempat tinggalnya, warga setempat menyatakan menolak jenazah Yatno untuk dimakamkan di Desa Nyawangan. 

Diduga, warga menolak jenazah Yatno karena pria berusia 55 semasa hidupnya dikenal sebagai sosok yang sering membuat onar, Hal itu dibenarkan oleh Kepala Desa Nyawangan,” Sabar, yang mengatakan jika terjadi penolakan jenazah Yanto.

Seluruh warga desanya menolak cawe-cawe (ambil bagian) dalam seluruh prosesi pemakaman, warga menilai, anggap saja yang mati sapi, bukan orang,” ujar Sabar lewat sambungan telepon.

Dengan demikian warga menolak takziah ke rumah Yatno, Mereka juga menolak memandikan, mengafani, menyolatkan, dan menguburkannya, Namun pihaknya juga menjamin jika ada warga yang mau membantu proses pemakaman.

“Kami mempersilakan jika ada warga yang mau membantu, Sebelumnya, Yatno meninggal dunia karena dikeroyok massa, Jenazah Yatno masih berada di Instalasi Pemulasaraan Jenazah (IPJ) RSUD dr Iskak Tulungagung,” jelas Sabar. Rabu (23/09/2020)

Jenazah pria malang ini menjalani autopsi untuk memastikan penyebab kematiannya, Kapolsek Sendang,” AKP Sugiharjo mengakui ada penolakan di antara warga, Pihak keluarga sebenarnya ingin memakamkan Yatno pada Rabu malam,” ucap Kapolsek.

Namun permintaan ini ditolak karena Kapolsek menilai situasi Desa Nyawangan belum memungkinkan, Mayoritas warga tidak menghendaki dimakamkan di Nyawangan. Kami menunggu perkembangan dari kepala desa dan warga,” ujar Sugiharjo.

Rabu malam puluhan aparat kepolisian diturunkan ke Polsek Sendang, Namun rencana penangkapan para pelaku pengeroyokan diurungkan, karena warga sudah bersiaga,” jelasnya.

Amuk massa ini bermula dari penangkapan pelaku pencurian kendaraan bermotor, K (17) dan B (16) dua pelaku yang di bawah umur ini adalah anak kandung Yatno, Polisi juga menangkap pelaku lain, J (26) tetangga Yatno.

Isu pun perkembang aksi K dan B mendapat dukungan Yatno, Kondisi diperburuk karena Yatno dikenal sebagai sosok yang antagonis, Dia dituding berada di balik kematian sapi-sapi di Desa Nyawangan dan sekitarnya, beberapa bulan lalu.

baca juga :  Seorang Dokter Membunuh Ibu Kandung.

Aksi massa ini terjadi di dekat ladang tebu di Dusun Pathuk, Rabu (23/09/2020) siang, Polisi sempat mengevakuasi Yatno dari lokasi kejadian, Namun dia meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD dr Iskak,” tutup Kapolsek.

Sumber,” Zul/Dbc/Elg (Gmm)