BENGKALIS, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Riau/ Harga Pengadaan Seragam dan Perlengkapan Sekolah MTsN 1 Bengkalis Cukup Tinggi Dari Harga Pasaran saat ini. Dari rincian harga seragam dan perlengkapan sekolah MTsN yang di bacakan ketua koperasi MTsN di depan awak media dan di saksikan Plt Kemenag DR. H. Charles, MA, Kabid Madrasah H. Khaidir, Kepala MTsN 1 Yusmanto, ketua PPDB MTsN dan Komite sekolah adalah sebagai berikut. (04/07/2020)
Untuk seragam siswa laki laki.
1. Pakaian seragam Putih biru Rp. 230.000,-
2. Pakaian seragam Binsus Rp.230.000,-
3. Pakaian seragam Pramuka Rp.230.000,-
4. Baju kurung Rp.255.000,-
5. Baju olah raga Rp. 210.000,-
6. Dasi Rp.25.000,-
7. Anggota koperasi 3 tahun Rp.300.000,-
8. Label nama bordir Rp.25.000,-
9. Ikat pinggang Rp.30.000,-
10. Kopiah Rp.60.000,-
11. Sepatu Rp.180.000,-
12. Kaos kaki tiga pasang Rp.55.000,-
Jumlah keseluruhan Rp.1.630.000,-
Dari pantauan awak media ke toko toko dan pasar yang menjual pakaian perlengkapan sekolah di dapat harga yang sangat berbeda dari harga yang di buat koperasi MTsN 1 Bengkalis.
Seperti contoh baju seragam putih biru yang ada pasaran Rp.170.000,- Kopiah Rp.35.000,- Sepatu Rp.120.000,- dan Dasi Rp.10.000,-.
Dari harga yang di dapat awak media dari pedagang, tentunya pedagan telah meraih keuntungan dari harga tersebut.
Jika di bandingkan dengan harga koperasi sekolah, ini sangat memberatkan siswa dan di nilai koperasi MTsN meraup keuntungan yang luar biasa.
“Jika kita bandingkan dengan harga konveksi koperasi MTsN diperkirakan meraih keuntungan 100 persen dan ini bnukan koperasi namanya bisa di bilang lintah darat.
Kalau koperasi MTsN mau membantu siswa bukan segitu harganya,” ungkap Edi Suparno ketua LSM Fortaran kepada awak media, Jumat (03/07/2020).
Lebih lanjut Edi mengungkapkan hal ini tidak boleh di biarkan berkelanjutan dan harus segera di hentikan, karena ada unsur pungli di dalamnya.
“Diminta kepada Aparat penegah hukum untuk dapat menindak lanjuti pungutan seragam dan perlengkapan siswa MTsN 1 Bengkalis ini, karna di nilai sarat pungli dan Mark up harga.
Pungutan ini juga sudah berjalan dari tahun ke tahun sepertinya ada kong kali kong atau persekongkolan antara Koperasi, Komite dan Kepala sekolah MTsN 1 Bengkalis.
Sekali lagi saya mohon kepada aparat penegak hukum di Kabupaten Bengkalis khususnya Polres Bengkalis untuk segera menindak pungutan seragam dan perlengkapan siswa di MTsN 1 Bengkalis ini,” Tegasanya.
Ungkapan yang sama di sampaikan Wakil Ketua Ormas LAKI Jefri kepada awak media, Jumat (03/07/2020)
“Jelas ada ungsur pungli dalam pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN 1 Bengkalis ini. Dari proses musyawarah yang hanya melibatkan 17 orang perwakilan dari sekolah, guru, komite, dan wali murid di nilai hanyalah formalitas saja. Wali murid baru tidak dilibatkan dan di beritahu terlebih dahulu tetang rapat tersebut.
Jefri melanjutkan “Dalam hal ini Kemenag Bengkalis yang seharusnya memantau dan membina MTsN ini dinilai merestui akan adanya pungutan tersebut, karena sampai saat ini belum ada tindakan atau teguran yang dilakukan Kemenag terhadap masalah pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN 1 Bengkalis.
Saya mengharapkan Polres Bengkalis dalam hal ini sebagai Penegak Hukum untuk segera menindak pelaku persekongkolan pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN 1 Bengkalis ini karena sarap pungli dan Mark Up,” harapnya.
Ketua LSM Merapu Syofyan merasa sangat kecewa dengan Kemenag Bengkalis dalam menganggu masalah pungutan seragam dan perlengkapan sekolah di MTsN 1 Bengkalis.
Dengan tegas Syofyan mengatakan.
“Sekolah dijadikan ladang mencari keuntungan oleh kelompok tertentu yang berada di lingkungan sekolah yang diantara nya pihak sekolah komite sekolah juga koprasi yang tak jelas legalitas nya, yang sangat kita sesalkan selama ini kemenag sebagai penentu kebijakan dan sekaligus pembinaan seakan menutup mata dalam hal ini.
Syofyan melanjutkan “Ini telah melenceng dari amanat undang-undang dasar 45 karena dinilai melakukan pembiaran. Dan turut menjadikan dunia pendidikan ajang cari untung.
Apalagi kita lihat yang terjadi selama ini dalam setiap tahun ajaran baru, mereka (sekolah), mengejar kuantitas bukan kualitas yang seharusnya menjadi tujuan dari pendidikan itu sendiri, semangkin banyak orang tua menghantarkan anak anak mereka masuk ke sekolah tersebut (MTsN) semangkin besar keuntungan yang mereka peroleh,” Sesalnya.
Sampai berita ini di muat Plt Kemanag Dr. H. Charles, MA, Ketua Komite Abdul Vattah dan Kepala MTsN 1 Bengkalis Yuswanto belum menjawab konfirmasi awak media.
Sumber,” Evi/Dny/Elg (Gmm)

