Bantuan Disalurkan Tidak Sesuai Harapan.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel / Awal April lalu Pemerintah pusat menaikkan anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) dari Rp29,13 triliun menjadi Rp37,4 triliun atau menambah Rp 8,27 triliun. Kenaikan anggaran untuk meredam Virus Corona atau COVID-19. (26/06/2020)

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan pemerintah biasanya memberikan bantuan kali lipat khusus atau per kuartal. Khusus April hingga Juni, bantuan yang diberikan akan dobel. Namun, yang terjadi, warga tidak mendapat bantuan yang sesuai dengan pemerintah pusat. Hampir setiap daerah mengalami hal yang sama.

Hampir di Setiap Desa bantuan yang di salurkan pemerintah tidak sesuai dengan harapan warga, banyak yang mengeluhkan pendataan yang tidak valid dan pembagian bantuan yang tidak transparan. Ini membuktikan tidak adanya keseriusan aparat di daerah dalam pengawasan bantuan tersebut. Sementara pemerintah pusat sudah menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Bahwa PKH akan diekspan untuk review diberikan Satu Triwulan Tambahan. PKH selama Penyanyi 10 juta rumah tangga dia diberikan empat dalam kali hearts Setahun. TAPI, KHUSUS April Sampai Tiga bulan akan ditambah Satu Triwulan Oleh Kemensos, Pemerintah. Sehingga Manfaat Yang akan diterima Keluarga PKH di Triwulan II menjadi dobel untuk mendukung bantuan sosial kepada masyarakat, ” jelasnya dalam konferensi video, Rabu.

“Dan mereka melakukan dari pagu yang sudah ada di tahun 2020 Rp 29,13 triliun. Dalam waktu dekat pagu ini akan diusulkan tambah Rp8 triliun oleh Kemensos setelah berhasil Menkeu pagunya ini akan menjadi Rp 37 triliun. Implementasi sudah dapat diterapkan April dan menggunakn pagu Rp 29,13 oleh Kemensos, ” paparnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Kemenkeu, ” Andin Hadiyanto merinci, manfaat yang diterima masyarakat dalam program ini juga meningkat. Sebutnya, ibu hamil dari Rp 3 juta menjadi Rp 3.750 juta per tahun, anak-anak awal dari Rp 3 juta menjadi Rp 3.750 juta per tahun, siswa SD dari Rp 900 ribu menjadi Rp 1.250 juta per tahun, ” Ucapnya.

“Tidak hanya naik volume tetapi kualitas bantuan yang diberikan juga naik. Lalu siswa SMP dari Rp 1,5 juta menjadi Rp 1,875 juta per tahun, siswa SMA dari Rp 2 juta menjadi Rp 2,5 juta, disabilitas dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta, dan lansia dari Rp 2,4 juta menjadi Rp 3 juta, ” Tutupnya.

Sumber, ” Onedy / Ada / Elg (Gmm)