LSM LIRA” Di Sebut Preman.

PEKANBARU, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Riau / Ketika ramai di viralkan Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) disebut LSM Rasa Preman ditanggapi santai oleh Presiden dan Sekaligus Pendiri LSM LIRA, HM. Jusuf Rizal. Katanya, “Itu ulah mereka yang punya kerjaan, syirik dan takut akan eksistensi LSM LIRA. (06/05/2020)

Gunakan media yang dilansir agar ada 4 pengurus LSM LIRA NTB (Nusa Tenggara Barat) melakukan klarifikasi tentang penggunaan dana BOS ke Sekolah SMAN 9 Mataram dan berdialog dengan pengurus sekolah. Namun Ketua IGI (Ikatan Guru Indonesia) NTB, Ermawanti memberikan pernyataan kepada media yang mengutip LSM LIRA melakukan tindakan premanisme di SMKN 8 Mataram.

“LSM LIRA itu selama 15 tahun (2005-2020) telah teruji dan terbukti kinerjanya dan tangguh. Jadi kalau ada yang menyebut LSM LIRA sebagai LSM Preman, itu tandanya kinerja kami diterima. Jangan karena LSM LIRA mengkritisi disebut preman. Itu berarti mereka tidak paham peran dan fungsi Lembaga Swadaya Masyarakat, Selanjutnya jelaskan bukan SMKN 8 yang di kunjungi namun SMAN 9 Mataram, ”komentar Jusuf Rizal menjawab pertanyaan media di Jakarta.

Dikatakan, LIRA sebagai LSM sejak didirikan, salah satu perannya adalah sebagai organisasi penggiat anti korupsi. Mendorong terciptanya persetujuan pengelolaan negara. LSM LIRA pro pemerintah, namun tetap kritis, profesional, independen dan konstruktif. LSM LIRA bukan organisasi kaleng, tetapi dalam bergerak memiliki data yang akurat.

Mereka mengatakan LSM LIRA sebagai preman.

Lebih lanjut menurut pria yang juga Sekjen Perkumpulan Organisasi Media Online Indonesia (MOI) itu, sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat, LIRA telah banyak mengkritisi berbagai kasus pengumpulan wewenang (penyalahgunaan kekuasaan). Itu pekerjaan yang sudah biasa dilakukan berdasarkan data yang dimiliki. Itulah bagian dari pekerjaan LSM LIRA di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun berita, kinerja LSM LIRA yang diperoleh HM. Jusuf Rizal dari embrio Blora Centre (Tim Relawan SBY-JK 2004) tidak diragukan. LSM LIRA yang diduga berani membongkar masalah dugaan korupsi Alkom dan Jarkom di Mabes Polri. Rekening Gendut pati Polri dan Banggar DPR RI. Tahun 2009, LSM LIRA di bawah kepemimpinan HM. Jusuf Rizal, juga berhasil meraih Rekor Muri sebagai organisasi terbesar dan terbanyak di Indonesia.

“Saya merasa aneh, karena LSM LIRA NTB mengklarifikasi ke sekolah SMAN 9 Mataram tentang dana Bos tidak ada masalah. Tapi mengapa Ketua IGI NTB, Ermawanti yang membuat jenggot dan memberikan Statemen yang tidak benar. Jangan-jangan Ermawanti sebagai Ketua IGI NTB punya kepentingan tertentu, ” tegas pria yang juga Ketua Presidium Relawan Jokowi-KH. Ma’ruf Amin The President Center 2019 itu.

Jusuf Rizal mengatakan LSM LIRA terbuka menerima kritikan sepanjang dilakukan konstruktif bukan mengada-ada. Sebab bisa saja, anggota dilapangan yang memilih salah. Namun demikian, khusus di NTB, Gubernur LSM LIRA NTB, Syamsuddin telah membantah, Ketua IGI NTB, Ermawanti yang mempertanyakan terkait dengan fakta dan tipuan.

Pria penggiat anti korupsi yang ditambahkan, masalah ini dikirim ke Gubernur LSM LIRA NTB, Syamsuddin. Jika disetujui Ketua IGI NTB, Ernawanti dianggap bertanggung jawab atas hukum yang berlaku. Sementara kepada media yang menerbitkan, ada yang menggantikan UU Persetujuan yang dapat diluncurkan ke Dewan Pers. Prinsipnya penegakan hukum dan aturan itu perlu.

Berdasarkan catatan Redaksi, HM. Jusuf  Rizal hadir memiliki organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) yang didirikan tahun 2005 dan tergabung di Kesbangpol dengan Kewenangan Tertinggi di Dewan Pendiri. Kemudian tahun 2016, HM. Jusuf Rizal mengumpulkan ormas baru perkumpulan berbadan hukum LSM LIRA INDONESIA yang terdaftar di Kemenkumham. Di dua organisasi ini pria berdarah Madura-Batak yang diminta sebagai Presiden.

Sumber, ” Nurhayati / Elg (Gmm)

baca juga :  Kejati Banten Jauh Lebih Serius dari Pidsus Kejagung Usut Dugaan Proyek Fiktif di Group Telkom.