JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Jakarta / Aktivis Jurnalis Indonesia, Mustofa Hadi Karya yang sering disapa Opan ini mengecam keras aksi Kelompok pemberontak Houthi (Hutsy) di Yaman yang menghukum mati empat (4) orang jurnalis. (16/04/2020)
Dalam siaran persnya, opan yang juga kerap dikenal sebagai penggagas berdirinya beberapa organisasi kewartawanan dan aksinya terus melawan atas kriminalisasi serta pertentangan ini kembali lantas teriakannya atas tudingan 4 pengintai dan pengkhianat ditengah perangnya Houthi (Hutsy) dengan Saudi.

Aktivis jurnalis Indonesia yang tidak pernah luput dari pembelaannya terhadap insan pers ini juga meminta persekongkolan di dunia agar mengangkat tangan genggaman dan menggunakan ikat kepala untuk memperbaharui perang melawan ketidakjelasan pengadilan tersebut. Ia juga menentang PBB harus menghentikan aksi pemberontak Houthi (Hutsy) yang sangat terang benderang melakukan perjuangan HAM berat atas tudingannya yang tak mendasar untuk 4 penjelajah itu.
Sebelumnya dikabarkan sebagai Pemberontak Houthi (Hutsy) di Yaman saat ini tengah melakukan pengadilan untuk menjatuhkan hukuman mati kepada empat orang yang dituding berkhianat dan melakukan spionase. Informasi yang disampaikan langsung oleh pejabat pengadilan dan persetujuan mereka. Seperti yang dilansir Al Jazeera, Pengacara Abdel Majeed Sabra mengatakan pada Sabtu (12/04) lalu.

Sabra mengatakan, “Seputar berita yang divonis mati Houthi (Husty) itu adalah Abdel Khaleq Amran, Akram al Walidi, Hareth Hamid dan Tawfiq al Mansouri.
Sementara itu, keenam penerbit lain membagikan berita palsu alias hoaks untuk membantu pihak koalisi.
Dia mengatakan pengadilan menjatuhkan hukuman mati kepada empat pengadilan dengan meminta pengkhianatan dan mata-mata untuk negara-negara asing, ” Tutupnya.
Sumber, ” Pajar Saragih / elg (Gmm)

