MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel / Mapolres Banjar melakukan pemusnahan barang bukti yang ditemukan di beberapa wilayah di Kabupaten Banjar, Pemusnahan dilakukan sekitar pukul 10:15 Wita, (19/03/2020) Kamis pagi. Barang tersebut dari hasil penangkapan Satreskoba Polres Banjar saat Operasi Antik Intan 2020 yang dilakukan selama dua pekan. (19/03/2020)
Dalam pelaksanaan Operasi Antik Intan 2020 yang digelar Polres Banjar dan jajarannya telah menyita jutaan gram obat jenis, Pemusnahan barang-barang bukti yang diajukan langsung oleh Kapolres Banjar, ” AKBP Andri Koko Prabowo dan dihadiri oleh Dandim 1006 Martapura, Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Kepala Badan Kabupaten Kesbangpol Banjar dan Kejari Muji Martopo.

Kapolres Banjar, “Andri Koko Prabowo mengatakan, Kita akan memusnahkan barang bukti Shabu seberat 262,67 gram dan 88 butir obat warna putih dalam kemasan strip. Semoga ini bisa menjadi yang terbaru bagi para obat yang mengedarkan dan mengangkut barang terlarang ini, Kita selalu dapat rutin operasi agar Kabupaten Banjar sedikit berlurang, Karena barang haram ini rusak generasi sekarang dan yang akan datang, khususnya Kabupaten Banjar yang Agamis, “Harapnya.
Lanjutkan lagi, “Sebelas orang tersangka yang sudah kita proses, Mungkin akan bertambah lagi, Karena pihak Kepolisian tiada hentinya memperbaharui dan memberantas Bandar dan penikmat, Setiap kita melakukan operasi selalu ada yang mengundang, Maka dari itu kita harus mencari keluarga kita dari narkoba, masalah narkoba, selalu muncul terus tidak ada habisnya “Jaga keluarga sanak famili kita dari bahaya barang haram tersebut,” Imbaunya.
Muji Martopo, “Kejari Martapura memberikan apresiasi dan dukungan atas pelaksanaan pemusnahan barang bukti ini. Operasi Intan 2020 yang menambah jutaan rupiah ini musnah usai dimasukkan ke dalam air dan diblender, ini akan meminta bantuan pihak ketiga untuk meminta bantuan polisi,” ucapnya. Muhammad Rofiqi selaku Ketua DPRD Kabupaten Banjar saat ikut memusnahkan barang bukti tersebut sangat menyayangkan masyarakat Kabupaten Banjar ikut terjerumus, “Sesalnya.

Letnan Kolonel (Letkol) Siswo Budiarto, “Dandim 1006 mengatakan,” Saya berbicara bukan sebagai Dandim “Tapi kita sebagai manusia memerlukan semua ini, Karena kita semua akan mati, Nanti kalian akan meminta kalo tidak berhenti, Bertaubatlah sekarang mumpung , Kalian akan lebih baik, Orang yang paling mulia bertaubat dan tidak akan mengulangi tindakannya lagi, “Tutupnya.
Sumber, “Dyn/Ulk/elg (Gmm)

