Prihatin Pasien Cuci Darah” Hemodialisa ” Rumah Sakit Ratu Zalekha.

MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

  • @ Membuka Jendela Dunia.

Kalsel/ Dalam pembenahan masalah kesehatan dilingkungan RSUD Ratu Zalekha Martapura sangat memprihatinkan, Pasalnya pihak RSUD Razha mengabaikan atau sengaja membiarkan peralatan penerangan (Genset) yang sering bermasalah, Sehingga menggangu pasien yang sedang Cuci Darah (Hemodialisis) atau yang sedang operasi, Walaupun cuci darah bisa dilakukan Manual saat lampu padam, tetapi tetap memprihatinkan, lagi pula pendingin (AC) diruangan cuci darah ada yang sudah lama rusak tidak dibenahi. Padahal itu adalah objek vital  di Rumah Sakit tersebut. Karena disaat operasi atau cuci darah lampu padam, Pasien dalam keadaan memprihatinkan. (04/01/2020)

Pasien cuci darah di Rumah Sakit Ratu Zalekha.

Menurut pasien yang enggan disebutkan namanya mengatakan,” Dalam Minggu ini saya sudah dua kali tidak bisa cuci darah disebabkan karena mesin penerangan Trib atau bermasalah, pada hari Kamis sekitar pukul 11:05 Wita (02/02) dan saya dirujuk ke Rumah Sakit lain, Namun pasien penuh karena mesin cuci darah (Hemodialisis) tidak mencukupi di Rumah Sakit tersebut,” Jelasnya.

Para pasien Cuci Darah pun sebelumnya mendapat pemberitahuan pada hari Rabu siang sekitar pukul 02:15 Wita (01/01) dari pihak perawat di ruangan Hemodialisa,” Assalamu’alaikum. Diberitahukan kepada seluruh pasien yang cuci darah sore ini….HD tidak bisa jalan berhubung listrik Mati. Terimakasih atas pengertiannya dan harap maklum,” Tuturnya.

Saat lampu padam di ruangan Hemodialisa

Lanjut pasien apakah pihak Rumah Sakit Ratu Zalekha tidak memikirkan keselamatan dan kesehatan pasien,” Saya bayar pa sekali tidak pernah gratis, masa pelayanan begini kepada kami,” ucap pasien. Lagian ruangannya panas dan lembab karena mesin pendingin ruangan (AC) rusak, kami berharap pihak Rumah Sakit segera membenahi ini semua,” Imbuhnya.

Melihat dan mendengar bahwa bila dalam keadaan Cuci Darah listrik padam dan suplai upm tidak mencukupi akan berbahaya bagi pasien dan fatal akibatnya. Tim Globalmartamedia mendapat laporan dari pasien langsung terjun ke ruangan dan bincang langsung dengan pasien,” Alhamdulillah hari ini normal pak, dan katanya tidak ada mati lampu. Tapi AC nya masih rusak dan sudah lama tidak di perbaiki,” Ucapnya.

AC yang rusak di ruangan Hemodialisa di biarkan.

Dari keterangan pihak Rumah Sakit Bagian penerangan (Genset) saudara,” Bayu menjelaskan bahwa mesin sudah di benahi. Semoga tidak ada lagi masalah kedepannya setelah ada penambahan daya,” katanya. Lanjut Bayu lagi menuturkan kepada tim GMM,” Kami sudah semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik buat Pasien di Rumah Sakit ini, terkadang menurutnya pasien salah dalam penyampaian kepada pihak tertentu. Ditanya masalah pendingin ruangan (AC) yang rusak,” Bayu menjawab itu bukan kewenangan saya,” Tutupnya.

Jika Genset di atas 200 KVS harus memiliki sertifikat layak operasi dan mengetahui undang-undang yang mengatur penggunaan pembangkit litrik itu.  Sesuai Undang-Undang nomor 30 tahun 2009 tentang ketenagalistrikan pasal 44 menyebutkan instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki SLO. Genset di atas 200 KVA harus mengantongi SLO sebelum digunakan oleh pemiliknya baik swasta, perorangan, maupun instansi pemerintah. Kita tidak tau apakah Rumah Sakit Ratu Zalekha sudah atau belum mengantongi SLO sebelum digunakan.

baca juga :  Oknum Wakil Ketua DPRD Nias Utara Dilaporkan ke Polda Sumut.

Sumber,” Syam/Dany/elg (Gmm)