Restructuring Di Tubuh Polri,” NO Viral No Justice ” Apakah Cuma Sebuah Wacana Atau Slogan.

MEDAN, GLOBALMARTAMEDIA.COM

Membuka Jendela Dunia

Sumut/ Momentum kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi panggung pembuktian atas janji reformasi mental dan pembersihan internal. Publik hari ini menagih komitmen tegas dari Kapolri,” Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K., S.H., M.Si. bersama Kadiv Propam Mabes Polri,” Irjen Pol. Dr. Mahmud Nazly Harahap, S.I.K., M.H., M.M. untuk segera memutus dan menolak upaya banding sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) yang diajukan oleh Kompol Dedi Kurniawan (DK).

Pelanggaran berat yang dilakukan Kompol Dedi Kurniawan sebagaimana terekam dalam video viral saat mengonsumsi vape berisi zat terlarang Etomidate dan diduga melakukan perbuatan mesum dengan seorang wanita yang bukan istrinya, ini terbukti bukan sekadar pelanggaran disiplin biasa, melainkan pelanggaran “disiplin” serius di tubuh POLRI.

Menurut Kadiv Propam,” Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap tidak akan bertoleransi terhadap oknum yang telah merusak nama baik kepolisian, Perbuatan tersebut merupakan tamparan keras yang mencoreng wajah dan kehormatan institusi Polri di mata masyarakat, ini harus dibersihkan. 

Di bawah kepemimpinan Irjen Mahmud Nazly Harahap, Saat dilantik di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan menggantikan Irjen Pol. Abdul Karim, Divisi Propam Polri difokuskan untuk menjalankan visi Polri Presisi dengan poin-poin utama adalah” Menjaga Marwah institusi, meningkatkan pengawasan internal yang ketat dan menjunjung tinggi kode etik profesi. Menindak tegas segala bentuk pelanggaran anggota tanpa pandang bulu demi mewujudkan pelayanan yang berkeadilan serta menyesuaikan langkah taktis Propam dengan pengamanan internal dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto.
“Akan kita selesaikan secepatnya semua oknum yang bermasalah di tubuh Polri, akan kita tindak tegas. mereka oknum yang merusak sistem dan mencoreng nama baik institusi Polri, merendahkan martabat dan pencemaran nama baik citra kepolisian yang secara sengaja dan sadar akan kita bersihkan, Kepolisian harus benar benar sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” ucapnya kepada awak media  globalmartamedia.com di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Sabtu (03/10/2026) malam.
baca juga :  LQ Indonesia Buka Suara Terkait Pernyataan Natalia Rusli Oleh Deolipa Yumara.
Oknum DK cemarkan nama baik institusi Polri.

Masyarakat menaruh harapan penuh dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas rekam jejak kepemimpinannya yang berintegritas di masa menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam pemberantasan narkoba.

Publik meyakini kepemimpinan Kapolri yang baru beserta Kadiv Propam Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap tidak akan bertoleransi terhadap oknum yang membuat amburadul nama baik Polri. Sesuai dengan komitmen tegas yang disampaikan Jenderal Suyudi saat Fit and Proper Test di Komisi III DPR RI, Polri berjanji akan menindak tegas (Restructuring) setiap pelanggaran tanpa harus menunggu berita viral terlebih dahulu untuk bergerak.

Masyarakat Sumatera Utara menuntut Tolak Banding,” Kompol Dedi Kurniawan dan meminta Kadiv Propam Mabes Polri Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap dan Majelis Banding KKEP Mabes Polri untuk secara tegas menolak seluruh permohonan banding Kompol Dedi Kurniawan.

Segera kukuhkan keputusan PTDH dari Polda Sumut agar status pemecatan Kompol DK memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) di Mabes Polri.

Agar kasus ini dapat di jadikan ketegasan sebagai bukti nyata bahwa tidak ada tempat bagi pengguna narkotika/zat terlarang di dalam tubuh Polri, sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh personel lainnya.

Ketegasan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dan Kadiv Propam Irjen Pol. Mahmud Nazly Harahap dalam menuntaskan kasus ini akan menjadi bukti sah bahwa era baru Polri benar-benar bersih, responsif, dan tidak ragu membuang “benalu” demi menjaga kehormatan Bhayangkara.

Sumber,” Dny/Riz/Tim (BGM)