Mahasiswa Minta Kapolda Sumut Copot Kapolres Mandailing Natal.

MEDAN, GLOBALMARTAMEDIA.COM

Membuka Jendela Dunia

Sumut/ Puluhan Mahasiswa Cipayung Plus dan organisasi pemuda daerah Terdiri dari HMI, GMNI, SEMMI, GEMPSU dan GEJAM Kabupaten Mandailing Natal, Sumatra Utara menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi di depan Mapolda Sumut, Senin. (03/02/2025)

Aksi unjuk rasa yang mereka lakukan di depan Mapolda Sumut akibat reaksi atas maraknya tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat (excavator) yang tidak adanya penindakan dari Aparat Hukum yang jelas, Diduga aktivitas tersebut di backup oleh Kapolres Madina.

Terlihat puluhan mahasiswa melakukan orasi di depan gerbang Kantor Polda Sumut dengan membawa tulisan-tulisan berisi protes dan dan kecaman aspirasi, terkait tambang ilegal yang dilakukan oleh oknum Penegak Hukum wilayah Madina.

Selain itu, puluhan mahasiswa ini juga membakar Ban bekas, tepatnya di depan Markas Besar Polda Sumut, dan para pengunjuk rasa memblockade jalan di depan kantor tersebut, Terlihat puluhan personel Polisi mengawal aksi unjuk rasa itu agar tetap aman terkendali.

Mahasiswa menyatakan dengan tegas tidak percaya terhadap Kapolres Mandailing Natal,” AKBP Arie sofandi Paloh, Menurut mereka sumber daya alam di wilayah Hukum Polres Mandailing Natal hancur akibat ulah para mafia, Saat di konfirmasi kepada Kapolres Madina terkait aktivitas tersebut, Kapolres Mandailing Natal bungkam dan seolah olah tidak bisa menutup, menangkap dan menindak para oligari tersebut.

Kami menduga ada keterlibatan Kapolres Madina sehingga tambang tersebut masih bebas beroperasi dan kuat dugaan di back up oleh oknum TNI serta dari Kepolisian Madina dengan cara meminta jatah dari hasil tambang tersebut.

“Kami meminta Kapolda Sumut,” Irjen Pol Whisnu Hermawan februanto untuk memberikan sanksi kode etik dan Indisipliner kepada Kapolres Madina yang di nilai gagal dalam menertibkan tambang emas ilegal serta meminta mengevaluasi oknum-oknum Polisi di Mapolres Madina agar tidak ada lagi yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut,” pinta para aksi unjuk rasa.

Maraknya tambang ilegal yang kami nilai atas kelalaian serta kelemahan dari Kapolres madina. Maka dari itu, kami mahasiswa meminta irjen Pol Whisnu Hermawan februanto untuk mencopot AKBP Arie sofandi Paloh sebagai Kapolres Mandailing Natal yang kami nilai tidak mampu dan gagal dalam menindak mafia Tambang yang berada di kota nopan, Batang Natal, Muara Batang gadis, Linggabayu, Ranto baek.

baca juga :  Ditresnarkoba Polda Jateng Berhasil Ungkap Peredaran 4,42 Ons Shabu.

Pada bagian lain di tanggal 17 januari 2025 cipayung plus, dan organisasi kepemudaan Madina, melaksanakan unjuk rasa di depan kantor POLRES MADINA, dan langsung di tanggapi oleh Kapolres Madina dengan mengucapkan stetmen mulai hari ini jika ada tambang ilegal yang beroperasi lagi maka” POTONG KUPING SAYA.

Kami meminta denga tegas untuk membuktikan ucapan Aparat Penegak Hukum tersebut, jangan hanya pencitraan saja, karna kami lihat masih banyak tambang ilegal, yah terus ber operasi seperti baru baru ini di Desa Ranto Panjang, Kecamatan Ranto Baek.

“Jika tuntutan kami tidak di respon dalam waktu singkat, Kami berjanji akan terus melakukan aksi ber jilid jilid, bahkan akan kami upayakan sampe ke Mabes Polri menggelar aksi untuk menghentikan kegiatan tambang yang merusak lingkungan di wilayah Mandailing Natal,” tekan para aksi.

Sumber,” Dny/Mag/Elg (GMM)