BOGOR, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Jabar/ Pakar Hukum Professor, Dr, Sutan Nasomal, Spdi, SE, SH, MH, LLM, pH.d yang sangat prihatin dengan situasi konflik perang yang sedang terjadi saat ini menilai, Kemungkinan perang akan terus meluas dan akan melibatkan banyak negara di Timur Tengah bahkan juga ada kemungkinan besar akan menyeret wilayah Asia dalam konflik perang tersebut.
Pasalnya, situasi yang memburuk di wilayah Timur Tengah seperti sekarang ini akan menyeret banyak negara negara di Asia yang juga ikutan menerjunkan kemampuan militernya untuk unjuk kekuatan dalam perang terbuka seperti Korea Utara, China dan negara besar lainnya di Timur Tengah yang sedang memanas.
Menurut Professor Nasomal mengatakan, Negara Paman Sam (USA) Inggris dan negara sekutunya yang dengan sangat jelas telah melanggar semua aturan hak asasi manusia (HAM) dan prinsip keadilan. PBB tidak mampu melaksanakan tugas menjalankan kewajibannya dengan baik dan profesional. Genosida dibiarkan begitu saja terjadi di Palestina dalam pembantaian terburuk dalam sejarah yang terjadi.
“Negara Yaman, Uni Emirat Arab, Jordania, Mesir, Iraq, Turki, Iran, Libanon, Suriah, Saudi Arabia, dan Afrika Utara bisa terseret di dalam konflik perang di skala besar, krisis ekonomi global dan keamanan internasional sudah mengganggu negara negara tersebut, sehingga setiap hari masyarakat di jazirah timur tengah merasa tegang, khawatir dan was was akan keselamatan mereka bila benar terjadi perang atau serangan mendadak dari negara yang sudah memulai bertikai demi sebuah Kebijakan yang di kebiri oleh negara Adidaya,” jelas Professor Nasomal.
Perlu kita cermati bila sudah ekonomi terganggu, tidak saja di timur tengah, tapi akan sangat terasa dampaknya di Asia seperti Indonesia. Beberapa jenis sesuatu barang akan langka dan mahal harganya. Peran serta Kepala Negara Presiden Joko Widodo yang telah mengutus Menteri Luar Negeri,” Retno Marsudi yang tanpa lelah mengikuti rapat di debat DK PBB, Namun beliau cuma di anggap anak ingusan yang hanya ingin menjadi pahlawan kesiangan.
“Tidak ada satupun Tentara Keamanan Dunia yang diturunkan untuk membela dan memukul mundur Israel serta sekutunya keluar dari Gaza Palestina. Padahal hanya gencatan senjata satu satunya solusi untuk kesepakatan yang di setujui oleh mereka agar menghentikan konflik kekerasan Israel dan Hamas yang mengorbankan rakyat sipil Palestina meninggal dunia dengan sangat sadis akibat ulah mereka,” tutur Prof Nasomal yang sangat cemas dengan keadaan warga disana.
Professor Nasomal juga mengatakan, Bahwa Arab Saudi yang cuma bisa berargumen bahwa situasi Timur Tengah sedang dalam keadaan gawat, ini yang telah di sampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi,” Pangeran Faisal Bin Farhan saat Press Konferensi dengan media CNN International, AlzajiraTv serta dimuat pula oleh The Guardian.
“Kita ini sekarang sedang berada dalam masa yang sangat sulit dan berbahaya di kawasan ini, Tapi kami berkomitmen akan selalu waspada dan tetap siap siaga menjaga hal hal yang tidak kita kehendaki, Kami tentu saja sangat percaya pada kebebasan navigasi dan itu adalah sesuatu yang perlu dilindungi, namun kami juga perlu melindungi, menjaga keamanan dan stabilitas kawasan,” tegas Pangeran Faisal Bin Farhan menyinggung situasi di Laut Merah yang di kuasai oleh pasukan Yaman.

Professor Nasomal kembali mengungkapkan fakta sebenarnya yang terjadi di jalur Gaza, Serangan terbaru ini menjadikan jumlah korban jiwa secara keseluruhan di Gaza menjadi 24.448 orang tewas dan 61.504 orang terluka sejak 7 Oktober 2023. Sementara di Tepi Barat ada 354 korban tewas dan lebih dari 4.000 luka-luka, Hampir 6.000 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki Zionis yang telah banyak menahan warga sipil sejak 7 Oktober 2023, dan entah bagaimana nasibnya para tahanan tersebut masih hidup atau sudah syahid.
“Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB,” Antonio Guterres mengungkapkan, 152 staf PBB tewas selama perang Israel-Palestina di Gaza, padahal datanya itu masih simpang siur dan tidak bisa dikatakan akurat. Hal itu disampaikan Guterres saat menghadiri KTT Gerakan Non-Blok (GNB), di Kampala, Uganda, Padahal di sinyalir Guterres sedang dan telah merekayasa kebenaran yang terjadi di jalur Gaza Palestina demi kepentingan mereka, merekalah biang semua pembantaian tersebut, Seolah pihak mereka yang menjadi korban dan mengatakan bahwa yang membela Palestina adalah Teroris,” tegas Professor Nasomal dengan nada kesal mengatakan kepada awak media globalmartamedia.com Sabtu. (20/01/2024)
Professor Sutan Nasomal menyampaikan kepada media seluruh Nusantara serta dunia luas, setahun yang lalu kita bisa melihat bagaimana Rusia akhirnya perang dengan Ukraina. Energi militer Rusia dikuras besar besaran perang menghadapi Ukraina, karena di belakang Ukraina melibatkan banyak satuan militer yang terjun terlibat seperti USA, Jerman, Inggris, Perancis dan para sekutunya. Ukraina hancur porak poranda serta dirugikan masyarakatnya akibat strategi adu domba yang di layangkan politik Negara Super Power USA.
“Kini Konflik Israel dan Palestina juga selalu melibatkan negara Sekutu dan menurunkan kekuatan militer yang mulai masuk perang melawan negara negara Timur Tengah yang membela Palestina seperti, Yaman, Lebanon, Iran, Mesir, Iraq, dan Pakistan yang menjadikan kondisi memanas dan bukan solusi untuk mengatasi perang besar terjadi. Bahkan negara negara yang berada di Asia juga ikut memborong pesawat tempur, rudal dan peralatan perang darat, udara maupun di laut, Diperkirakan Gerbang Perang Dunia ke tiga sudah bakalan terbuka,” ungkap Professor Nasomal.
Kita semua bertanya “Ada apa banyak negara negara membelanjakan uang negaranya saat ini untuk membeli semua jenis peralatan perang, Sekutu Presiden Rusia Vladimir Putin,” Margarita Simonyan, memberikan pernyataan kontroversial” Ia menyebut perang dunia 3 (PD 3) pasti akan pecah di Timur Tengah yang telah di awali perang antara Israel dan militan Hamas, Apakah perang dunia akan pecah sekarang atau nanti, tergantung pada kebijakan Washington yang meyakini perang tersebut akan berguna saat ini, sebelum pemilu, atau sebaliknya.
“Perang dunia ketiga pasti akan dimulai, Namun kemungkinan perang ketiga diawali konflik dijalur Gaza Palestina yang tidak pernah adanya kesepakatan damai, hampir ratusan negara hadir namun hanya sebagai pemanis buatan oleh USA dan Sekutunya, Namun Pro Palestina tidak tinggal diam seperti Iran, Lebanon dan sejumlah negara peduli kedaulatan mengambil langkah mereka sendiri tanpa kompromi, Serangan ke Tel Aviv dan gempuran kapal-kapal di Laut Merah yang dianggap sekutu Israel,” ucap Professor Nasomal.
Kemudian Amerika Serikat pun masuk ke wilayah yang sudah memanas itu dengan Operation Guardian of Prosperity bersama Inggris, Namun China, Korut, India, Rusia, bahkan Indonesia ikut andil untuk perang di Laut Merah melawan USA serta sekutunya, Seperti seleksi siapakah jagoan Baru yang akan memimpin peradaban nanti” Maka jawabannya bisa terjadi saat Laut Merah menjadi kuburan massal bagi Amerika dan Sekutunya.
Sangat di sayangkan JARGON bahwa Pernyataan Penjajahan di atas dunia harus di hapuskan, karena tidak sesuai dengan HAM” Omong Kosong “HAM bukan untuk kaum muslim, tapi untuk situan POLAN. Dari sana sektor ekonomi yang sangat besar untuk penghasilan negara mereka dari penjualan senjata dan tetek bengeknya, perdamaian dunia adalah kesepakatan kerjasama yang di buat untuk kedikjayaan negara mereka, bukan mensejajarkan Keadilan, Toleransi Agama dan Kemanusiaan.
“Perdamaian adalah alat diplomasi menjebak dalam konflik hutang, perampasan hak, penindasan dan pencaplokan batas teritorial sebuah negara yang sedang bertikai, Tetap saja negara kelas tiga di anggap sebelah mata dalam peranannya di Dewan Keamanan PBB, mereka cuma penyedap rasa masakan kehancuran bagi mereka yang membangkang keinginan kaum Penguasa Dunia,” Tutup Professor Nasomal mengakhiri.
Sumber,” Alz/Ber/Elg (GMM)

