MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Membuka Jendela Dunia
Kalsel/ Pembangunan UPT Puskesmas Martapura 2 menelan biaya milyaran rupiah yang menggunakan dana APBN tahun 2018, kini rencananya akan kembali di perbaiki. Konon UPT Puskesmas Martapura 2 peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Bupati Banjar,” H. Khalilurrahman bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar,” Ikhwansyah M.Kes, yang sekarang menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banjar, tepatnya pada Tanggal 10 Juli tahun 2018 lalu, yang genap berusia 5 tahun bangunan UPT Puskesmas Martapura 2, Kecamatan Martapura Kota Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. (20/07/2023)
Rencana perbaikan bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 yang diresmikan pada saat itu hari Selasa, tanggal 19 Pebruari 2019 lalu, terletak di Jalan Pangeran Abdurrahman Kelurahan Keraton Martapura Kota, akibat banyaknya kerusakan pada bagian atap gedung dan keretakan besar pada dinding bagian dalam bangunan yang setiap hari makin membesar, membuat para medis dan pasien di UPT Puskesmas Martapura 2 menjadi takut akan runtuhnya bangunan tersebut, Akhirnya UPT Puskesmas Martapura 2 di kosongkan dan mengambil langkah aman untuk pindah pelayanan sementara ke Jalan Veteran Samping Rumah Sakit Umum Ratu Zalekha.
Kepala UPT Puskesmas Martapura 2,” dr. Hj Winarni, sedang tidak berada ditempat untuk di mintai keterangan terkait dengan pemindahan pelayanan ke bangunan baru, UPT Puskesmas Martapura 2 setiap harinya ada 100 hingga 150 pasien yang menggunakan pelayanan fasilitas kesehatan UPT Puskesmas Martapura 2. Bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 yang sebelumnya berada di Desa Pasayangan diharapkan bisa terlaksana dengan baik dan melayani masyarakat/pasien dengan maksimal diwilayah Kota Martapura.
Dalam kewajiban melayani masyarakat dalam pengobatan, UPT Puskesmas Martapura 2 bersama Dinas Kesehatan terpaksa menunggu dana ratusan juta rupiah dari anggaran perubahan APBD untuk mendapatkan tempat yang tepat dan layak, yang penting pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kota Martapura tetap berjalan walau hanya dengan fasilitas seadanya. Kemungkinan besar pembangunan Puskesmas Martapura 2 tidak melalui perencanaan yang baik, sehingga belum saatnya proses rehabilitasi, sudah terjadi keretakan besar yang pada akhirnya pindah untuk jangka waktu yang cukup lama.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar,” drg Yasna Khairina melalui Sekretaris Dinas Kesehatan,” H. Gusti M. Kholdani kepada awak media mengatakan, Hari ini pelayanan UPT Puskesmas Martapura 2 di buka, Untuk sementara bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 yang terletak di Jalan P Abdurrahman di kosongkan, guna perbaikan bangunan tersebut. Terlihat sekilas dari gedung Puskesmas Martapura 2 tampak baik dan terawat. Struktur bangunannya pun terlihat kokoh dengan dominasi warna white blue, Padahal dari dalam ruangan kamar Puskesmas Martapura 2, memberikan kesan menakutkan, Kamis.
“Tahunya kami bahwa bangun Puskesmas itu dalam keadaan retak dan tidak layak setelah Dinas PUPR memberikan surat kepada kami untuk mengosongkan bangunan UPT Puskesmas Martapura 2, pada tanggal 17 kemaren, Jadi mumpung pada hari libur Tahun Baru Islam 1 Muharram 1445 Hijriah kami gunakan waktu untuk berpindah, yang pasti mereka minta kosongkan ya kami kosongkan” Bangunan baru itu milik pihak swasta yang kita kontrak selama satu tahun dengan dana sebesar seratus juta rupiah dari anggaran dana perubahan APBD Kabupaten Banjar,” jelasnya.
Proyek pembangunan UPT Puskesmas Martapura 2 yang terletak di tengah pemukiman penduduk dinilai tidak sesuai dengan keinginan masyarakat banyak, Buktinya bangunan tersebut yang seharusnya masih layak huni sekarang sudah direncanakan perbaikan oleh Dinas PUPR Kabupaten Banjar, Retakan pada dinding yang semakin membesar serta kontruksi atap yang sudah banyak terlepas membuat bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 semakin mengkhawatirkan.
Bangunan UPT Puskesmas Martapura 2 di bangun dilahan yang basah, sehingga cepat menimbulkan keretakan besar pada kontruksi bangunan yang kurang kokoh. Kemudian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sejak tahun 2021 sudah tidak beroperasi lagi, Baru di pungsikan sekitar 3 tahun, IPAL tidak bisa di gunakan lagi sehingga resapan dari limbah medis UPT Puskesmas Martapura 2 dirasakan warga sekitar, diduga pemasangan IPAL di UPT Puskesmas Martapura 2 kwalitasnya yang sangat buruk serta sarat dengan penyelewengan dan penyalahgunaan anggaran.
“Rencananya pada 2018 ini akan dibangun lagi beberapa Puskesmas di tempat lainnya serta rehabilitasi total. Harapan kami adanya Puskesmas Martapura 2 ini, masyarakat yang ada di wilayah Kota Martapura bisa terlayani lebih maksimal. Alhamdulillah sesuai dengan visi misi Bupati Banjar H. Khalilurrahman, yaitu untuk pelayanan kesehatan yang lebih baik lagi kepada warga, Saya mengapresiasi kinerja Dinas Kesehatan serta pihak yang terlibat atas terbangunnya gedung ini,” ungkap Ikhwansyah pada peresmian gedung Puskesmas kala itu. (19/02/2019)
Sumber,” Arl/Dny//Elg (GMM)

