Sebaiknya Pemilu Besok Tidak Membuatmu Semakin Bodoh.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Jakarta/ Pihak kandidat C sebenarnya sadar betul, bahwa jagonya gak ada apa apanya dibanding kandidat yang lain. Prestasinya kalah jauh. Rekam jejaknya nihil, Maka strategi yang harus diciptakan adalah membuat heboh jagat maya. (16/05/2023)

Dibuat gonjang-ganjing. Membenturkan pendukung kandidat C dengan kandidat lainnya. Terutama yang dianggap paling potensial, Teori klasik mengatakan” Jika merekmu underdog, kaitkanlah ia dengan market leader”. Buatlah (pendukung) market leader marah sehingga dengan itu merekmu jadi diperhitungkan, disejajarkan dengan market leader, karena “seakan-akan” berhadapan frontal dengannya, Selasa.

Mereka membelah publik dalam dua kelompok. Keduanya sama sama mereka kendalikan. Rutin memposting status status provokatif dan melempar sendiri komen yang “membakar”. Yang satu mendukung mati matian C dan menjelekkan kandidat lain. yang satunya lagi, ini yang penting, justru sebaliknya” menjelekkan mati matian C.

Seakan-akan dari pendukung kelompok lain (meski selalu ada pendukung murni yang ikut2an emosi). Tujuannya apa? Ya itu tadi. Supaya menggelegar bahwa C “berkelahi” dengan kandidat lain. Lambat laun pikiran publik akan terbentuk bahwa C sejajar dengan kandidat lain. Apalagi dibantu survei jadi jadian.

Tengoklah akun Akun yang komen keras atau kotor. Cermati. Itu akun kloningan atau akun murni, Teori klasik ini digunakan dengan sukses oleh Avis, merek gurem pendatang baru penyewaan mobil yang nirprestasi sebelumnya, ketika melawan Hertz tahun 70an. Hanya dengan cara” selalu berteriak keras keras memancing emosi Hertz.”We only number 2 (than Hertz). But we try harder.

Kami hanya merek nomor dua. Tapi kami bekerja keras untuk menjadi nomor satu (padahal jangankan nomor dua, nomor sekian belaspun tidak) Hertz yang Goliath, terpancing dan membalas berteriak, reaksi yang ditunggu-tunggu oleh Avis: “Wooi, they said they number 2. Than who?!”. “Avis berteriak bahwa mereka nomor 2. Dari siapa?!”.

baca juga :  Polsek Martapura Barat Peduli Rehab Total Rutilahu.

Tapi telat. Avis terlanjur melesat dan benar2 menjadi nomor 2, bahkan nomor 1,5. “Do you believe now Avis is number 1.5?”sambil memamerkan hasil survei. Dan benar. Beberapa tahun kemudian, Hertz yang sebelumnya menguasa 65% pangsa pasar penyewaan mobil di AS, tersungkur takluk di bawah kaki Avis.

So. Jangan mudah terpancing. Jangan gampang diadudomba. Jangan senang dipecahbelah, Kalah atau menang, sebaiknya pemilu besok tidak membuatmu semakin bodoh.

Sumber,” Jok/Zhn/Yus (GMM)