Serakah, Sembako Murah Warga Miskin di Borong Oknum ASN.

TANGERANG, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Banten/ Para oknum ASN yang telah merampas hak warga miskin atas program sembako murah membuat para warga miskin gigit jari, mereka tidak sempat kebagian sembako murah yang sudah lama antri, Oknum ASN yang tak tahu malu dan hilang akal sehatnya tega memborong sembako murah yang di bagikan buat masyarakat miskin. (15/04/2023)

Program sembako murah yang di adakan di gedung GSG Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang Provinsi Banten tersebut seharusnya dibagikan buat masyarakat miskin dan warga yang tidak mampu, Tetapi kenapa panitia pelaksana membagikan kupon kepada para ASN yang banyak dapat dan datang mengantri serta memborong paket sembako tersebut sampai ludes, Kamis. (13/p04/2023)

Ketua LSM GAKORPAN Kabupaten Tangerang,” M. Dzaki geram dan angkat bicara atas hal pembagian kupon dan Paket sembako murah tersebut. Paket Sembako murah yang seharusnya dibagikan buat masyarakat miskin, bukan kepada para ASN, mengapa malah warga tidak mampu yang sedikit kebagian, Hal ini yang membuat warga kecewa dan kesal hak mereka di rampas tanpa rasa malu.

“Camat Tigaraksa tidak layak dan tidak becus bekerja, Camat Tigaraksa tidak mementingkan dan tidak peduli kepada warganya, tidak mengutamakan masyarakat yang tidak mampu, Hal ini tidak salah masyarakat menilai Camat Tigaraksa nyeleneh dan egois. Pasalnya kami mendapatkan videonya yang viral beredar program paket sembako murah yang salah sasaran,” ucap Dzaki.

Terkait adanya kejadian tersebut, sangat jelas bisa dinilai, dan jelas dicermati, bahwa camat Tigaraksa dan panitia mengutamakan kepentingan pribadi dan golongan, bukan mengutamakan kepentingan warga miskin dan warga tidak mampu. Camat Tigaraksa harus bertanggung jawab atas terselenggaranya program paket sembako murah buat warga miskin yang di rampas para oknum ASN.

baca juga :  Tangkap Dan Adili Penganiaya Wartawan.

“Para Oknum ASN yang banyak mendapatkan kuponnya, atau memang di sengaja hal tersebut di lakukan,? Bukan masyarakat dan warga tidak mampu yang banyak mendapatkan hak mereka, Apa apaan ini..!! apakah kalian tidak malu dan tidak punya perasaan kepada warga miskin yang sangat membutuhkan, Kupon yang di berikan tidak gratis, mereka juga menebus dari Rp 30 ribu sampai Rp 80 ribu per paketnya,” Tegas Dzaki.

Program sembako murah yang di selenggarakan di Gedung Serba Guna Kecamatan Tigaraksa sudah kelewat batas, Dan Kami minta secepatnya Camat Tigaraksa Kabupaten Tangerang di copot dari jabatannya. 

Menurut seorang warga yang merasa kecewa mengatakan, Saya dan warga yang lain sudah datang kelokasi ikut ngantri dari pukul 08:05 Wib sampai siang menjelang sore tidak mendapatkan paket sembako murah kerena sudah habis.

“Ini yang akhirnya membuat kami kecewa, sudah lama ngantri tapi tidak dapat paket sembakonya, dengan alasan sudah habis, saya heran dan bingung” kok ada orang pegawai negeri yang ikut ngantri, bahkan hampir separonya dari warga yang hadir, padat dan ramai menenteng sembako lebih dari tiga paket dan banyak lah,” terang warga tersebut yang enggan disebutkan namanya.

“Jujur kami sangat kecewa, Sudah lama menunggu antrian sampai lelah menunggu belum dapet juga, Warga yang kecewa sudah banyak yang memfoto dan memvideokan hal tersebut, Paket sembako murah yang sangatlah berarti bagi, malah kami yang tidak kebagian, apalagi saya sangat haus karena cuaca yang sangat panas serta kepala pusing karena saya puasa,” jelasnya menambahkan.

Sudah sangat jelas, kekecewaan berat masyarakat kepada Bapak Camat Tigaraksa yang terhormat, Karena Camat Tigaraksa tidak memprioritaskan paket sembako murah kapada warga, malah paket sembako di berikan kepada para ASN yang jelas sudah mendapat gajih dan tunjangan. Kupon di berikan kepada mereka para Oknum ASN yang berduyun duyun menenteng sembako murah membawa pulang.

baca juga :  Polres Mataram Gelar Hasil KRYD.

“Mungkin sudah putus urat malunya para oknum ASN yang tega memborong sembako buat warga miskin, apalagi di Bulan Puasa Ramadhan ini, dan sudah dekat Hari Raya Idul Fitri, yang seharusnya bisa membantu dan memenuhi kebutuhan mereka untuk dapat merasakan, serta merayakan Hari Raya dengan bahagia bersama keluarga,” tutup warga dengan hati kecewa.

Sumber,” Wrg/Fzi/Elg (Gmm)