JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
- @Membuka Jendela Dunia.
Demonstran yang ricuh di depan gedung Bawaslu RI kini terkonsentrasi di Jalan Wahid Hasyim arah Jalan Sabang, Jakarta Pusat, Kamis dinihari pukul 01:15 Wib. Sejak kerusuhan di depan Gedung Bawaslu pecah, Rabu 22/05 pukul 20:25 Wib, Massa yang menyerang petugas memakai lemparan batu, botol, petasan dan bom molotov dari arah Jalan Wahid Hasyim semakin beringas, Kamis dinihari massa semakin tak terbendung lagi. Rahmawati Soekarnoputri menyesalkan, apa yang dilakukan Megawati menurutnya malah merangsang rakyat untuk bergerak melawan pemerintahan, Megawati sangat bertanggung Jawab atas Tragedi 22 Mei ini. (23/05/2019)

Rahmawati mengatakan, Ia mencontohkan paham komunisme yang digagas oleh filsuf,” Karl Marx, di mana paham tersebut mempertontonkan kondisi masyarakat yang tidak lagi membutuhkan sosok pemimpin dan tidak membutuhkan negara sebagai lembaga kewenangan vertikal. Yang namanya kelas bawah melakukan perlawanan terhadap kelas atas itu membuka peluang dari Jargon komunisme. Ketidakadilan itu membuka peluang jargon komunisme masuk di negara kita,” Pungkasnya.

Rachmawati meminta agar tidak membingkai Megawati sebagai sosok pancasilais. Pasalnya, selain keputusannya, Megawati saat menjadi Presiden ke 5 RI menandatangani amandemen ketiga dan keempat UUD 1945 yang dinilainya sebagai bentuk keinginan Megawati menjalankan pemerintahan secara liberal kapitalistik, Rachmawati juga menilai kalau Megawati membiarkan kemiskinan dan ketidakadilan mengundang komunisme semakin subur di Indonesia.” Jangan bicara Megawati tetap pancasila. Ketidakadilan, kemiskinan, pengangguran dan ini buah daripada amandemen menjadi demokrasi kita liberal kapitalistik. Ini nggak sesusai dengan ajarannya Bung Karno, mbok dia sadar gitu. Makanya saya bilang Dia Biang kerusuhannya, Mega membuka peluang komunisme tumbuh subur,” Tegasnya.

Rahmawati paham Megawati enggan kehilangan posisi sebagai penguasa. Namun menurutnya Megawati justru mempertahankan kekuasaannya dengan bertindak secara curang. Tidak Mau kehilangan kekuasaan. Kekuasan betul, tapi harus bicara tentang keadilan yang jurdil, tidak berbuat dengan kecurangan. Ini mengajarkan kepada rakyat kita untuk tidak berbuat adil,” Ucap Rachmawati saat ditemui di kediamannya, Jalan Jati Padang Raya, Jakarta Selatan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Rachmawati Soekarnoputri menyebut, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membuka peluang penyebaran komunisme semakin subur di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya lantaran melihat Megawati menjadi bagian dari pemerintah yang mengajarkan rakyat untuk berbuat tidak adil,” Tutupnya. (Fzb/SC)
