BANJARMASIN, GLOBALMARTAMEDIA.COM
Bisnis hiburan malam menjadi jalan masuk bagi sejumlah pihak memperoleh keuntungan. Hal ini memunculkan kecurigaan adanya praktik “ SETORAN ” kepada Oknum Aparat. Tempat Hiburan Malam (THM) yang terakhir jadi sorotan adalah Diskotek Hotel Banjarmasin Internasional, Biasa disebut HBI Banjarmasin. Tak terhitung sudah berapa jumlah Korban yang Tewas karena Over Dosis (OD) Diskotek di Jalan Ahmad Yani Km 4,5, Kelurahan Karang Mekar Banjarmasin Timur, Kalimantan Selatan. Dan sudah berapa kali diobok obok petugas. Mulai Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalsel, BNNK Banjarmasin, pihak kepolisian bahkan beberapa Ormas Islam. Diskotek Athena HBI yang disebut mampu menampung 2.000/2.500 pengunjung diduga menjadi SARANG PEREDARAN NARKOBA. Akhir pekan lalu masih terngiang di ingatan seorang perempuan muda tewas sepulang Clubbing dari Diskotek HBI Athena. Ia tewas diduga kuat karena Overdosis Narkoba. (08/05/2019)

Belakangan diketahui perempuan malang itu bernama,” Putri Amelia. Putri berasal dari Desa Bayanan Pasar Senen Nagara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Tanpa pemeriksaan lebih lanjut jenazah Putri dijemput pihak keluarga untuk dikebumikan di kampung halaman. Jasad perempuan muda yang diduga tewas karena Overdosis di HBI, Sabtu pukul 02:30 Wita, 04/05 subuh. Istimewa Perempuan belasan tahun itu datang ke Diskotek HBI bersama dua rekan prianya. Dokter jaga IGD RS Sari Mulia Banjarmasin,” Ali Akbar, kondisi Putri di meja perawatan sudah dalam kondisi yang tidak wajar. Mulut dan hidungnya mengeluarkan busa. Kemudian tangan dan kaki dingin serta bibirnya biru. Dari mulutnya keluar busa, sehingga banyak yang menduga Putri Amelia tewas akibat Overdosis. Namun pernyataan itu buru-buru disanggah Ali Akbar. Menurutnya, perlu tindakan medis (Visum Et Repertum) untuk mengetahui penyebab pasti kematian Putri. Sementara, pihak Polsek Banjarmasin Timur dan tim identifikasi Polresta Banjarmasin sempat turun ke lokasi. Namun, tidak ada pemasangan garis polisi (police line) di sana. Alhasil, pada malam berikutnya, Manajemen HBI Banjarmasin memilih tetap mengoperasikan Diskotek Athena seperti malam malam sebelumnya. Sejak mencuatnya kasus kematian Putri, pihak manajemen kompak tutup mulut. General Manager (GM) EriSudarisman, berulang kali dikonfirmasi oleh Media tak bisa ditemui. Beberapa staf di lingkup Hotel HBI pun kompak mengakui pimpinan mereka sedang cuti,” (Cuti) Mendadak,” ujar salah seorang staf HBI, Rabu 08/05 siang. Adanya Indikasi Diskotek tersebut menjadi Sarang Peredaran Narkoba turut diamini Ketua DPD KNPI Kalsel,” Fazlur Rahman. Kepada kapolda Kalsel, Wali kota Banjarmasin, hingga Kepala BNNP Kalsel, Fazlur meminta untuk mengusut tuntas kasus kematian Putri. “Buktinya, korban tewas diduga Overdosis di Diskotek tersebut,” Pungkasnya.

Saat digelar Razia selalu banyak yang terjaring. Maka itu diminta kepada pihak berkompeten untuk menutupnya secara Permanen,” pinta Fazlur Rahman, Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan,” Kombes Pol Mochamad Rifai mengaku, belum bisa” menjamin ” apakah Polisi akan memeriksa Pengelola Diskotek HBI Banjarmasin. Rifai menerangkan, Polisi kini masih menggali Informasi untuk memastikan apakah memang diskotek tersebut menjadi “Sarang Peredaran Narkoba,” Kita lihat dulu lah. Polisi pun tidak bisa memanggil seenaknya ya. Penanganannya ada di Ditreskrimum itu, mereka memeriksa saksi saksi dulu. (ADA APA DENGAN APARAT KITA) Apakah memang ada peredaran (Narkoba) di diskotek itu atau tidak,” jelas Rifai di ruang kerjanya, kemarin. Yang pasti, kata Rifai, polisi tetap mengetatkan Razia untuk mengantisipasi Peredaran Narkoba di sejumlah Diskotek, tak hanya di HBI. “Saat Razia para pengedar tak pernah ada yang di Bekuk” ADA APA “ Lantas, ia mengatakan, masyarakat mesti berperan aktif untuk menyampaikan informasi kepada aparat Kepolisian terkait Sindikat dan Peredaran Narkoba. “Dalam memberantas narkoba, polisi tidak bisa sendiri. Harus ada kepedulian dan sinergitas dari masyarakat. Paling tidak mereka memberikan informasi jika ada indikasi peredaran dan penyalahgunaan narkoba,” Tutupnya. (RZL/AHC)
