BANJARBARU, GLOBALMARTAMEDIA.COM
@ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel/ Disaat pandemi COVID-19 melanda hampir di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Banjarbaru di status PPKM Level IV, membuat sebagian warga dipaksa mengurangi aktivitas dan berdiam di rumah agar tidak terjadi lonjakan penularan virus Covid-19, Membuat perekonomian warga babak belur. (29/09/2021)
Kondisi ini juga membuat wilayah Kalimantan Selatan khususnya Kota Banjarbaru masuk jurang resesi, Pertumbuhan ekonomi Kota Banjarbaru pada kuartal 2021 terkontraksi cukup dalam hingga -5,32%. Sejumlah sektor industri pun di wilayah Kota Banjarbaru mengalami kerugian akibat pandemi virus Covid-19.
Namun ditengah Status PPKM Level IV Kota Banjarbaru, Walikota Banjarbaru dan Wakilnya tidak bisa menahan diri,” Aditya Mufti Arifin dan Wartono memaksakan kehendak diri kunjungan kerja keluar daerah bersama pejabat lainnya secara bersama, Alangkah ironisnya sebagai Pejabat memberikan contoh yang kurang tepat kepada warganya.
Sementara Masyarakat dari dampak pandemi Covid-19 di bidang ekonomi sungguh luar biasa sulitnya karena dibatasi dalam status PPKM Level IV. Banyak usaha gulung tikar, pengangguran meningkat, dan lapangan kerja semakin sulit. Di situasi seperti ini kita harapkan pemerintah mampu menjadi motor percepatan pemulihan ekonomi Kota Banjarbaru untuk warganya.
Seorang pedagang malam warung makan di sekitar Perkantoran Kota Banjarbaru,” Rahman hakim (45) tahun, sangat menyayangkan kelakuan mereka yang ikut ikutan kunjungan kerja. Camat dan Lurah yang tidak ingin ketinggalan kunjungan kerja nimbrung ikutan keluar kota dengan dalil yang berbeda.
“Kami sangat menyayangkan dalam mempercepat pemulihan ekonomi di status PPKM Level IV, Prinsip kerja para Pimpinan untuk warga menciptakan keuntungan ekonomi sekaligus menyerap dan memberdayakan warga itu sendiri, Bukan sebaliknya rame rame kunjungan kerja keluar daerah dengan dana yang tidak sedikit,” terang Rahman.
Rahman menambahkan” Disini kami berdagang dengan waktu yang dibatasi, melawan sedikit di perkarakan, kadang dagangan kami belum ada yang laku dan pembeli belum ada yang mampir kami sudah di suruh tutup dengan alasan waktu buka sudah habis, Kami dipaksa menahan diri agar tidak terjadi kluster berikutnya, sedangkan sewa tempat ga mau tau pemiliknya,” ucapnya dengan kesal.
Walikota Banjarbaru,” Aditya Mufti Arifin bersama Wakil Walikota Banjarbaru,” Wartono terlalu cepat mengambil kebijakan, Hal tersebut mendapat kecemburuan dan kritikan dari berbagai kalangan di masyarakat Kota Banjarbaru. Namun ada juga warga yang berasumsi legowo, semoga kedatangan mereka membawa Kota Banjarbaru lebih baik dalam situasi Pandemi covid-19.

