MARTAPURA, GLOBALMARTAMEDIA.COM
@ Membuka Jendela Dunia.
Kalsel/ Pemerintahan Desa Penggalaman Kecamatan Martapura Barat berniat akan mencetak Regenerasi Petani Muda atau Petani Milenial sebagai motor penggerak roda perekonomian Desa Penggalaman Kabupaten Banjar, ada beberapa strategi komoditas hortikultura pasca terjadinya banjir di Kecamatan Martapura Barat yang akan diunggulkan seperti potensi ekonomi selama Pandemi, Kamis. (23/09/2021)
Kehadiran Petani Holtikultura adalah upaya menjaga kemandirian sektor ekonomi, Mandiri bagi petani dan merdeka dari potensi krisis akibat pandemi Covid-19, Di Kecamatan Martapura Barat khususnya Desa Penggalaman RT 02, warganya sudah melakukan penanaman sayuran potensial meliputi cabe besar, cabe rawit, tomat, terong, timun, kacang panjang dan sawi.
Saat ini sektor komoditas Holtikultura masih didominasi golongan orang tua dengan tingkat pendidikan yang minim. Lebih dari 65% Kepala Keluarga Rumah Tangga Usahanya Pertanian (KK RTUP) berusia lebih dari 45 tahun. Padahal saat ini Indonesia sudah memasuki fase bonus demografi” Berdasarkan hasil sensus penduduk di Desa Penggalaman tercatat 85% sebagai petani.

Kepala Desa Penggalaman,” Nur Ipansyah saat berada di lahan miliknya mengatakan, Komoditas Holtikultura di saat Pandemi seperti sekarang ini sangat penting untuk mendukung ekonomi keluarga, Maka sebuah keniscayaan jika upaya regenerasi petani melakukan langkah yang tepat budidaya sayuran untuk menjamin kesinambungan aktivitas perkebunan di Desa Penggalaman.
“Daerah yang paling banyak memiliki Petani Muda Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret BPS tahun 2021 berdasarkan persentase Pemuda Tani di Kabupaten Banjar adalah Kecamatan Martapura Barat, prospek masih terus mendorong agar sektor pertanian tetap bertunas di Desa Penggalaman hingga masa mendatang. Kalau bisa sebagai lumbung pangan nasional yang memiliki sumber daya dan plasma nutfah yang melimpah,” jelas Nur Ipansyah.
Dengan luas tanah sekitar 2 Hektar yang dikelola menjadi perkebunan sayuran oleh Kepala Desa Penggalaman,” Nur Ipansyah, Syamsul selaku Ketua RT 02 dan Kapolsek Kecamatan Martapura Barat,” Iptu M. Alhamidie, Semoga dapat memberikan manfaat komoditas holtikultura strategis unggulan, Karena kekayaan masih menjadi harapan bagi masyarakat untuk dapat mengandalkan kehidupan dari dunia pertanian dan perkebunan di masa Pandemi Covid-19.

Ditempat yang sama, Kapolsek Martapura Barat,” Iptu M. Alhamidie selesai makan siang di lahan milik miliknya menyampaikan, Ada beberapa strategi komoditas hortikultura unggulan Desa Penggalaman yang dapat mendukung sektor perekonomian” Seperti buah, sayuran, serta biofarmaka yang memiliki peran penting dalam perkembangan Komoditas Holtikultura Desa Penggalaman selamat pandemi.
“Dilahan perkebunan ini ada beberapa komoditas holtikultura strategi unggulan yang telah kita budidayakan, Seperti Cabe ada sekitar 2500 pohon, tomat ada sekitar 2000 pohon, terong ada 2000 Pohon dan masih banyak lagi yang kita tanam di lahan ini, Banyak peluang usaha tani yang dapat dikembangkan oleh kaum milenial guna mencegah tindakan kriminal dan peredaran Narkoba, kaum milenial berpeluang sesuai dengan karakternya masing-masing disaat Pandemi Covid-19,” ucap Kapolsek Martapura Barat.
Sebagaimana yang terjadi Pasca Banjir dan pandemi Covid-19, Kondisi ini menyebabkan masyarakat di Desa Penggalaman harus melakukan kegiatan dari rumah atau tinggal di rumah dan membuka peluang tumbuhnya pemasaran digital dalam menyediakan kebutuhan pangan keseharian masyarakat, Saat ini Petani muda Desa Penggalaman telah menorehkan pemikiran melalui beragam inovasi dalam dunia pertanian dan perkebunan.

“Dilahan seluas 2 Hektar kita bersama sama memanfaatkan beragam mengembangkan seperti Cabai, Terong, Tomat yang ramah lingkungan, bermanfaat, efisien dan berkelanjutan, Tak memungkiri masih perlu memberikan suntikan semangat agar anak muda terjun secara langsung ke pertanian dan perkebunan di Desa Penggalaman,” Ungkap Kapolsek Martapura Barat.
Kapolsek Martapura Barat,” Iptu M. Alhamidie menambahkan, Selama ini melihat beberapa faktor penyebab rendahnya minat kalangan muda untuk terjun ke dunia pertanian dan perkebunan adalah” tinggi kandungan keasaman tanah di Desa Penggalaman Pasca Banjir, air yang sulit di atur dan cuaca ekstrem.
Kemudian rendahnya kepemilikan lahan perkebunan akibat sistem bagi waris yang menyebabkan usaha budidaya dianggap tidak layak untuk menjamin kebutuhan hidup, pendapatan dari hasil pertanian tidak menentu, serta faktor resiko kerugian yang tinggi dengan modal yang besar, Padahal pemerintah melalui Kementerian telah menetapkan kebijakan terkait dengan Petani Milenial yang berdaya saing tinggi,” Urai Kapolsek.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPSDMP) Kementerian Pertanian telah menetapkan tiga ciri generasi petani milenial, antara lain berusia sekitar 19-39 tahun, berjiwa milenial dan adaptif terhadap teknologi digital serta memiliki jaringan kerja sama usaha. Program ini ditujukan khusus untuk mendorong regenerasi petani, yaitu dengan menumbuhkan jiwa wirausaha muda di bidang pertanian sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan, khususnya bagi Masyarakat di Pedesaan.
Sumber,” Arl/Rmy/Elg (Gmm)

