Ahmad Meninggal Karena Penyakitnya yang Kambuh.

NAGARA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

Diduga kelelahan seusai bertugas,” Ahmad (19) tahun, Desa Muning Tengah RT 01/01, mengembuskan napas terakhirnya di tempat kediamannya, Kamis pukul 06:00, Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Pemuda Kelahiran 10 Maret tahun 2000, bertugas sebagai KPPS di TPS O3 Muning Tengah, mungkin karena bekerja sampai larut malam penghitungan hasil suara, (17/04/2019). Menurut Komisioner KPU Kalsel, Edy Ariansyah, Di mata Sekretaris Panita Pemilihan Kecamatan (PPK) Daha Selatan, Rudi Agus Firmansyah, Ahmad terlihat sehat seperti biasa dan tetap fokus dalam bekerja di hari pemungutan suara (25/04/2019).

Waktu membacakan Sumpah sebagai Anggota KPPS,” Ahmad,” Dia tampak sehat segar bugar dan tak ada tanda tanda bahwa sedang dalam keadaan sakit, Rudi melayat langsung ke rumah duka di Desa Muning Tengah bersama Kapolsek Daha Selatan,” Iptu Hilmiwansyah, Danramil Bambang Kiswoyo, dan Kepala Desa H Salim. Menurut Rudi,” Ahmad baru lulus SMA itu memiliki riwayat sering sakit sakitan, disaat menjadi anggota KPPS dirinya terlihat sehat, begitu semangat dan antusias dalam menjalankan tugas sebagai KPPS. Ahmad saat hari pelaksanaan pemilu sudah berada di TPS sejak pagi hari, sekitar pukul 06.30. TPS 03 Desa Muning Tengah salah satu TPS tercepat dalam melakukan perhitungan surat suara usai pencoblosan,” Pungkasnya.

“Keluarga Ahmad sebenarnya berupaya membawa anaknya berobat. Akan tetapi, Ahmad selalu menolak karena menganggap sakitnya tergolong biasa saja. Orang tua Ahmad menjelaskan bahwa sehari sebelum meninggal, Ahmad tampak sehat dan seperti biasa beraktivitas, tapi mungkin Tuhan berkehendak lain, Kedua orang tuanya amat terpukul dengan kepergian Ahmad yang belum sempat menikmati uang honor bekerja jadi KPPS. Uangnya masih tersimpan, belum terpakai, Ahmad,” merupakan sosok pendiam, dikenal sholeh, dan dikenal rajin ke musalla.

  • Maut tak pernah peduli kepada siapa ingin datang.

Pemilu serentak bagi anggota KPPS tidaklah ringan, Mereka harus bekerja keras hingga larut malam untuk menghitung surat suara. Saat ini umumnya honor yang mereka terima hanya Rp 500 ribu plus uang makan Rp 150 ribu. Berstatus sukarelawan, tidak ada asuransi apapun yang melindung mereka bila terjadi hal yang menimpa mereka. (Ahryni)

baca juga :  Mayat Di Temukan Mengapung Depan Kantor Pemko Banjarmasin.