Jokowi” Menghujat Dan Kritik Dinamika Demokrasi.

SUKABUMI, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Jabar/ Ditengah situasi masih pandemi Covid-19, Rakyat tengah prihatin seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat terdampak, kondisi ekonomi kelimpungan sampai korban meninggal tidak sedikit karena terpapar virus corona. Presiden Jokowi sebagai pemimpin negeri ini tetap optimis bekerja keras tanpa lelah perang melawan Covid-19 untuk selamatkan rakyat dari ancaman kematian, tidak peduli serangan fitnah yang paling penting bekerja bekerja untuk rakyat bangsa dan negara. (08/08/2021)

Walaupun dalam situasi sedang susah tengah pandemi ini hasrat kekuasaan menghiasi dinamika demokrasi di negeri kita ini, para pemimpin dan tokoh tokoh partai sudah ancang ancang mempersiapkan diri maju dalam Pilpres 2024, melakukan kampanye sejak dini agar dikenal dan dikenang rakyat, sampai untuk meraih simpati rakyat menyerang kebijakan Presiden Jokowi, memang kritikan ataupun serangan menghujat Presiden Jokowi itu bagian dari proses dan dinamika demokrasi. Namun Pilpres masih cukup jauh 2024 hampir sekitar 2 tahun lebih. Sayang energi bangsa ini sebaiknya di fokuskan dulu untuk perang melawan pandemi ini.

Dari dinamika Demokrasi hasrat ingin berkuasa itu sampai melakukan segala cara, menebar ancaman ? akan meninggalkan tidak mendukung Pemerintahan Jokowi ? Jokowi akan ditinggalkan partai partai pendukung ? Itulah perilaku elit politik yang machiavelis menghalalkan segala cara demi meraih kekuasaan. Padahal dalam situasi sekarang ini pemimpin negeri ini yang dibutuhkan adalah yang peka peduli bekerja membantu rakyat secara totalitas, bekerja Iklas itu yang akan didukung dan dipilih rakyat.

Tidak hanya rakyat alam pun menjalankan titah Perintah Allah Tuhan YME sedang bekerja menyeleksi dan menyiapkan siapa pemimpin negeri ini Pasca Jokowi ? Mestinya ketika rakyat sedang susah dengan musibah pandemi ini hadir ditengah tengah rakyat, apapun yang dimiliki bantu dan berbagi bersama rakyat bukannya duduk ongkang ongkang kaki bicara atas nama rakyat justru yang terjadi menghianati nilai nilai perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa ini serta melukai hati rakyat kecil. Semestinya pasang Baliho di hati rakyat, pasang poster di pintu langit untuk mendapat restu dan Ridho Allah, restu dan Ridho Allah Tuhan pemilik kekuasaan sejati itu doa dari rakyat kecil yang sedang kesusahan.

baca juga :  Kejanggalan Putusan, Barang Bukti Krusial Tak Ditetapkan Hakim.

Presiden Jokowi dengan kesederhanaannya, turun ke rakyat malam malam temui rakyat memastikan rakyat harus dapat bantuan sembako, Jokowi datang ke Apotek memastikan ketersediaan obat obatan. Terus bekerja tanpa lelah demi rakyat tidak peduli dicerca, di caci maki, di fitnah sampai disuruh mundur, yang penting rakyat harus diselamatkan dari ancaman kematian akibat wabah Covid-19.

Atas dasar pertimbangan diatas Kami atas nama Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 – PPJNA 98 menyampaikan Deklarasi merah Putih “Merah Putih” simbol kesucian perjuangan dan merah darah pengorbanan para pahlawan yang telah meraih kemerdekaan dan berkibarnya merah putih sampai kejarang, sebagai penegasan sikap tanggung jawab dan komitmen merah putih akan selalu bersama mengawal kepemimpinan Presiden Jokowi sampai akhir Jabatan tahun 2024 mendukung semua langkah langkah kebijakan lebih khusus akan selalu bersama Jokowi perang total melawan Covid19, keselamatan rakyat bangsa dan negara diatas segalanya sebagai amanah dari para pahlawan para pendiri bangsa ini. Semoga Allah Tuhan YME selalu melindungi dan memberkahi rakyat , bangsa dan negara Indonesia.

Pernyataan sikap bersama diatas disampaikan dalam siaran pers Minggu (08/08/2021) ditandatangani oleh Anto Kusumayuda Ketum PPJNA 98, Abdul Salam Nur Ahmad Sekjen PPJNA 98, Ir. Dony Mulyana Ketum DPP. Barisan Islam Moderat (BIMA), Siti Ratna Maymunah Ketua Kelompok Kajian Perempuan, Analisa Strategis – KKPS.

Sumber,” Hms/Ayt/Elg (Gmm)