Vaksinasi Sangat Efektif Cegah Penularan Covid-19.

JAKARTA, GLOBALMARTAMEDIA.COM

@ Membuka Jendela Dunia.

Jakarta/ Dalam menangani Pandemi COVID-19 di negeri ini yang sudah mewabah dan hampir dua tahun lamanya berlangsung, Virus SARS-Cov-2 penyebab COVID-19 ini juga mengalami mutasi dan menimbulkan berbagai varian baru. (23/06/2021)

Pemerintah terus menggalakkan antisipasi pencegahan dari penularan COVID-19 Dengan cara mengenali varian virus COVID-19 tersebut, Baik yang baru maupun yang sudah lama, Dari Satgas COVID-19 pun Masyarakat di minta supaya paham betul gejalanya dan Pencegahan Penularannya.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana meminta, Warga harus hindari kerumunan dan selalu memakai masker, juga di harapkan bisa menekan lonjakan kasus yang terjadi di tanah air. Pemerintah begitu berupaya memutus mata rantai penularan virus COVID-19 yang sangat meresahkan Rakyat Indonesia khususnya.

“Virus COVID-19 ini mudah berubah, varian of concern bagi saya itu ada dua, yakni varian Alfa (B.1.1.7) dan Delta (B.1.617). Tetapi di samping mutasi virus tersebut, Kembali terjadinya lonjakan kasus akibat tidak menghindari adanya kerumunan,” ungkap Prof. I Gusti Ngurah Kade Mahardika, Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sekaligus Anggota Tim Pakar Medis Satgas COVID-19, dalam Dialog Publik KPCPEN yang disiarkan FMB9ID_IKP, Selasa. (22/06/202)

“Vaksin COVID-19 sendiri sudah diteliti dan masih efektif melawan varian virus COVID-19 terutama Alfa dan Delta. Saya mendukung percepatan vaksinasi yang dilakukan pemerintah. Karena dengan 40-50% cakupan vaksinasi COVID-19 di negara-negara Eropa, mereka sudah berani mengadakan piala Eropa 2021,” jelas Prof. Mahardika.

Para pakar berupaya untuk menekan penyebaran virus COVID-19 yang sudah dua tahun mewabah.

Prof. Dr. Kusnandi Rusmil, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 Universitas Padjadjaran juga mengatakan, “COVID-19 ini sangat-sangat hebat dampaknya. Apabila kita terinfeksi virus ini akan fatal akibatnya, sehingga kita harus benar-benar menghindarinya. Selain kita harus disiplin menegakkan protokol 5M, Untuk melengkapinya kita harus wajib divaksinasi,” Papar Prof Dr Kusnandi Rusmil.

Vaksin COVID-19 menurut Prof. Kusnandi dinilai sudah efektif dalam memberikan tingkat perlindungan yang diperlukan. Kalaupun terinfeksi, jika sudah mendapat vaksinasi, akan mengurangi gejala kesakitan dan risiko kematian bagi pasien COVID-19. Ia berpesan agar masyarakat jangan takut divaksinasi tapi harus takut dengan virusnya.

baca juga :  Amien Rais," Gagalnya Tim Pencari Fakta.

“Sambungnya lagi, Kita harus memberi pemahaman kepada masyarakat betapa jahatnya COVID-19 ini. Saya yakin dengan fakta-fakta yang sekarang ini kita tampilkan, banyaknya kesakitan dan kematian akibat COVID-19, masyarakat harus mulai sadar pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi,” kata Prof. Kusnandi Rusmil.

Dr. Hermawan Saputra, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia menyebutkan kondisi saat ini menjadi alarm bagi individu dan lingkungan sekitar supaya kita memperkuat protokol kesehatan di perkantoran, pemukiman, pusat perbelanjaan, sampai kampung di pelosok, ini sudah sangat memprihatinkan,” Urainya.

Pemerintah harus mampu memberikan pemahaman dan  memberdayakan sumber daya hingga sampai ke pelosok Desa untuk mempengaruhi perubahan perilaku Masyarakat, Virus COVID-19 tersebut tidak bisa di anggap enteng, apalagi di remehkan, Sangat besar kemungkinan bila sudah tertular menyebabkan pengeringan urat syaraf hingga paling parah adalah kematian.

Lebih lanjut, Dr. Hermawan mengimbau agar mengaktifkan gotong-royong di lingkup komunitas dan membuat ruang isolasi mandiri di tingkat komunitas. “Ini upaya yang bisa meringankan beban rumah sakit kita yang saat ini mulai penuh terutama di pulau jawa,” ujarnya.

Melihat kondisi yang dihadapi Indonesia saat ini,” Dr. Hermawan berpendapat cara terbaik memutus mata rantai penularan COVID-19 adalah dengan mencegahnya “Cara terbaik untuk mencegah penularannya adalah menghindari kerumunan dan selalu menerapkan protokol kesehatan,” Tutupnya.

Sumber,” Bry/Mel/Dny (Gmm)